Dinamika Persaingan dalam Pemasaran

Persaingan makin menggejala, dan gempuran datang dari mana-mana. Itu dirasakan baik oleh perusahaan besra maupun kecil, di bidang apapun, dan di negara mana saja. Merupakan tugas manajer untuk memantau lebih tajam segala jenis dan arah datangnya gempuran. Joseph McPherson, manajer program inovasi Stanford research Institute (SRI International), menulis tentang ini dalam world Executive’s Digest. Beberapa bagian kami petik berikut ini. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang marketing strategy, silakan KLIK DISINI ).

Merupakan hukum bisnis bahwa semua perusahaan, besar atau kecil, perlu mempersiapkan diri agar marnpu menangkis serangan dari berbagai arah. Perkiraan pertama seorang manajer tentang arah datangnya serangan bisa saja salah. Tapi sekali serangan ditandai, taktik dan strategi harus dikembangkan untuk menangkal setiap gempurah, sesuai dengan sifat masing-masing gempuran.

Di sinilah perlunya kerja “pemantauan”(monitoring).Dan kegiatan yang bersifat klasik ini kini memerlukan upaya yang makin kritis, dalam situasi dunia yang dipenuhi persaingan yang kian global.

Datangnya gempuran dari yang nyata-nyata merupakan saingan bukan hal baru. Industri baja dihantam sukses industri aluminium. Pada gilirannya industri alu¬minium diserang industri plastik. Indus¬tri mobil Amerika diguncang oleh pabrik-pabrik mobil Jepang. Inovasi Jepang, lebih dari segalanya, menghasilkan dorongan besar bagi para pimpinan perusahaan yang sudah mapan namun disertai sikap rada enggan untuk makin jeli mengamati isyarat-isyarat pasar. Dan memang, walaupun akhirnya mereka bersedia menatap lebih awas isyarat pasar, toh tidak juga mau bertindak.

Ketiadaan Visi
Lalu mengapa kebanyakan perusa¬haan seakan tidak berselera mengembangkan program pengintaian yang berkelahjutan? Jawabnya, terutama karena ketiadaan visi, atau menganggap pemantauan hanya sekedar kegiatan sampingan yang bisa didelegasikan pada drang lain.

Padahal, pemantauan yang baik memerlukan lebih dari hanya mengamati kecenderungan di bidang ekonomi dan teknik. la juga harus menjangkau perubahan gaya hidup dan faktor-faktor politik berikut perubahan kebijaksanaan dan peraturan yang mengikutinya, yang pada gilirannya akan menentukan barang atau jasa apa yang bisa dijual. Kelangsungan hidup industri mobil dunia tidak hanya tergantung pada murah-mahalnya harga minyak, tapi juga pada beberapa faktor yang berada jauh diluar jangkauan kontrol dari para pabrikannya kondisi perekonomian dunia, peraturan-peraturan pemerintah, pajak dan tarif internasional, dan opini publik, misalnya, menyangkut pencemaran udara atau persyaratan keselamatan produk.

Tidak satu pun kecenderungan dewasa ini bisa dalam isolasi. Dan ini mengharuskan para manajer yang menangani sistem pemantauan untuk memiliki minat dan wawasan yang demikian luas. Mereka, misalnya, mesti siap dan mampu:

• Menjejaki suatu cakupan yang luas dari teknologi dan melihat perkembangan apa yang sedang berlangsung di sana.
• Mencatat peta kecenderungan sosial dan mempertimbangkan akibat-akibat yang mungkin menyertainya.
• Mengkaji gunungan data demografi dan memilah-milah data mana yang benar-benar relevan bagi operasi perusahaan,
• Memperhitungkan sejauh mana perubahan-perubahan dalam kecenderungan ekonomi akan berpengaruh atas perusa¬haan di masa depan.
• Merangkum berbagai isyarat bersama-sama, menyusun aneka dampak silang, dan menempatkan hasil evaluasi berupa kecenderungan-kecenderungan baru sebagai penentu arah kegiatan perusahaan.

Pemantau yang baik akan mengerti apa yang harus diintainya pada sasaran yang demikian luas baik yang berbentuk peluang maupun ancaman. Peluang: antara lain berupa celah-celah pasar yang bisa dimasuki, kebutuhan baru yang bisa diisi, atau teknologi baru yang mungkin dimanfaatkan. Ancaman termasuk di dalamnya tindakan para pesaing, kendala baru yang muncul dari kebijaksanaan pemerintah, atau lahirnya teknologi baru yang membuat anjloknya daya saing dari teknologi yang sekarang dipakai. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang marketing strategy, silakan