Balanced Scorecard : Kunci Sukses Mengelola Kinerja Perusahaan Metode Seleksi Karyawan

Meraih Keunggulan Melalui Six Sigma

Apa itu six sigma? Six sigma adalah konsep statistik yang mengukur proses dalam hubungannya dengan kesalahan – pada level six sigma, terdapat 3.4 kegagalan untuk setiap satu juta kesempatan. Jadi misalnya, anda memproduksi 1 juta barang, maka yang cacat hanya 3,4 saja ! Itu artinya secara persentase, kita meraih akurasi kerja hingga = 99,9997% atau nyaris sempurna. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang six sigma, silakan KLIK DISINI ).

Mengapa perusahaan perlu menerapkan six sigma. Tentu hal ini karena bisa membantu perusahaan untuk meningkatkan mutu kerja secara dramatis, dan pada ujungnya bisa menambah pendapatan serta menurunkan biaya kegagalan mutu. Misalnya, di perusahaan General Electric, Six Sigma menambahkan pemasukan lebih dari $ 2 milyar pada tahun 1999 saja. Sementara di perusahaan Motorola telah dapat dicapai penghematan lebih dari $ 15 milyar pada 10 tahun pertama penggunaan Six Sigma. Juga pada perusahaan AlliedSignal yang telah melaporkan penghematan sebesar $ 1,5 milyar melalui program Six Sigma.

Proses Six Sigma sendiri dapat dilakukan melalui lima tahapan berikut.

Tahap 1 : Define - Definisikan sasaran proyek dan customer deliverable (internal dan eksternal). Dalam tahap ini kita mengidentifikasi dan menetapkan tujuan yang jelas atau ekspektasi yang diharapkan dari program peningkatan mutu yang akan kita jalan.

Tahap 2 : Measure - Mengukur proses untuk menentukan level kinerja saat ini. Dalam tahap ini kita melakukan pengukuran untuk melihat level kinerja kita pada saat sekarang. Apakah sudah memuaskan atau masih dibawah harapan.

Tahap 3 : Analyze - Analisa dan tetapkan akar penyebab dari kesalahan (defects). Dalam tahap ini kita melakukan analisa untuk mengetahui akar dari kegagalan proses yang acap kita lakukan. Dalam hal ini, kita mencoba mencari akar permasalahan dari penyebab kegagalan proses atau kegagalan untuk mencapai mutu terbaik.

Tahap 4 : Improve - Tingkatkan proses dengan mengeliminasi kesalahan. Dalam tahap ini kita melakukan serangkaian proses dan intervensi untuk mengeliminasi kesalahan atau menyembuhkan akar masalah yang telah kita cari pada tahap sebelumnya. Tahapan improve ini merupakan salah satu kunci dalam proses six sigma. Sebab dalam tahapan inilah biasanya dilakukan serangkaian perubahan yang bersifat mendasar dan fundamental untuk bisa memperbaiki mutu proses.

Tahap 5 : Control - Kendalikan kinerja proses di masa yang akan datang. Dalam tahap ini kita melakukan pengendalian dan monitoring agar tahap improve yang telah dilakukan sebelumnya bisa terus dipertahankan.

Dalam pelaksanaan six sigma kita mengenal juga beberapa istilah untuk para implementatornya. Yang pertama adalah master black belts. Posisi ini dipilih oleh top manajemen, dan mereka berperan sebagai pelatih yang yang merumuskan, merencanakan dan mengendalikan penerapan Six Sigma. Mereka mencurahkan 100% waktunya untuk Six Sigma.

Black Belts. Posisi ini beroperasi di bawah Master Black Belts untuk mengaplikasikan motodologi Six Sigma dalam proyek tertentu. Mereka fokus pada aspek implementasi proyek Six Sigma.

Green Belts. Merupakan karyawan yang melaksanakan implementasi Six Sigma bersama dengan pekerjaan rutin mereka yang lain. Mereka beroperasi di bawah petunjuk dari Black Belts dalam mencapai sasaran peningkatan mutu secara keseluruhan.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang six sigma, silakan KLIK DISINI ).

Leave a Reply

RP Bawah