Cara Cerdas untuk Memotivasi Diri dan Orang Lain Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran

Kiat Membangun Sikap Mental Positif

Sikap mental dimaksud sebagai pendirian, pola pikir, pandangan atau tanggapan terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hubungannya dengan karyawan adalah pekerjaan; sikap mental karyawan terhadap pekerjaan. Pendirian atau pendapat yang ada di dalam kalbunya. Pandangan pemikirannya, bukan pandangan mata.

Bagaimana mengetahuinya seseorang memiliki sikap mental yang positif? Kita bisa lihat dari tingkah lakunya, dari perbuatannya. Di bawah ini disajikan beberapa telaah tingkah laku sebagai pengejawantahan sikap mental. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Sikap mental tingkah laku
a. Bertanggung jawab
- mengerjakan tugas dengan baik
- mau menerima kritik dan memperbaiki diri
- tidak membiarkan pekerjaan terlantar
- tidak boros dengan waktu
- dan sebagainya.

b. Tekun
- bersungguh-sungguh mengerjakan tugas
- tidak mengeluh menghadapi kesulitan
- selalu mengusahakan perbaikan.

c. Loyal
- menjaga nama baik perusahaan
- menjaga rahasia perusahaan
- patuh terhadap perintah
- dan sebagainya.

d. Ingin maju
- mau menerima kritik untuk perbaikan
- mengembangkan inisiatif
- bersedia dipindahkan atau mau mengerjakan pekerjaan lain
- menerima dengan senang hati tambahan pekerjaan
- mau menerima tanggung jawab
- dan sebagainya.

e. Kerja sama
- mengerti kesulitan orang dan menunjukkan solidaritas
- membantu kesulitan kawan dengan ikhlas
- ikut serta di dalam kegiatan sosial.

Bagaimana dengan sikap mental yang negatif? Sikap mental yang negatif adalah kebalikan dari sikap mental positif. Sikap mental yang jelek itu juga dapat dilihat atau diketahui dari tingkah laku seseorang. Misalnya:
- tidak bertanggung jawab kerja asal jadi, sengaja membuat salah, menutupi atau menyembunyikan kesalahan dsb.
- tidak tekun sering mengeluh, minta pindah ketempat lain (yang diperkirakan lebih baik), masa bodoh dsb.
- tidak loyal tidak disiplin, sering terlambat masuk kerja, suka mangkir, membocorkan rahasia perusahaan dsb.
- dan sebagainya.

Kenapa ada karyawan yang mempunyai sikap mental yang negatif? Kenapa ada yang menolak melakukan kerja? Ogah-ogahan! Malas! Bukankah mereka datang melamar untuk bekerja? Mereka datang minta pekerjaan. Bukankah mereka bekerja mengharapkan gaji? Dan mereka me-nerima gaji untuk itu. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Kenapa Karyawan Bersikap Mental Negatif?
Memang benar, karyawan datang untuk bekerja, untuk mencari nafkah, dan mereka dibayar untuk kerja. Tetapi tidak berarti perusahaan atau kita boleh sewenang-wenang, boleh berbuat sekehendak hati. Mereka adalah manusia, yang memiliki harga diri, yang memiliki perasaan dan sebagainya.

Pada dasarnya, karyawan yang memiliki sikap mental negatif adalah karena dua sebab, yaitu:

a. Kurang tahu atau tidak tahu mengenai pekerjaannya. Kurang tahu mengenai penting-nya tanggung jawab, ketekunan, loyalitas, kerja sama, dan sebagainya. Karena tidak tahu atau kurang tahu, maka kar-yawan merasa takut atau khawatir salah melakukan pekerjaan. Mereka mencari yang enak atau aman buat mereka. Akibatnya bersikap menolak atau keberatan.

b. Perlakuan yang tidak tepat. Hal ini bisa berupa teguran, perintah, panggilan dan sebagainya.

Orang yang tahu atau tidak tahu, dapat diberitahu, dengan diberi penjelasan, atau dididik, dilatih, ditraining. Sedang sebab yang kedua bersangkut paut dengan kebijaksanaan perusahaan, perlakuan pimpinan dan perilaku, contoh yang diberikan oleh pimpinan secara langsung atau tidak langsung.

Kalau dalam hal kebijakan pe¬rusahaan dirasa tidak adil dan sebagainya, tentu sebaiknya kebijakan itu ditinjau kembali. Dalam hal perilaku pimpinan, tentu pimpinan hendaklah melakukan introspeksi, dan koreksi diri. Pimpinan harus sadar bahwa dia dianggap sebagai contoh. Di-pakai sebagai ukuran. Dan di dalam hal perlakuan pimpinan, ini yang rumit.

Perlakuan pimpinan itu biasa-nya di-expresikan dalam bentuk pendekatan, “approach”, atau komunikasi. Karyawan biasanya merasa diperlakukan secara kasar, atau diperlakukan secara tidak adil, atau diperlakukan se-perti anak kecil. Bagaimana bentuk perlakuan itu? Dalam bentuk dan cara berkomunikasi, pimpinan hendaknya mempelajari cara-cara berkomunikasi sehingga melakukan komunikasi secara efektif. Tidak terjadi salah tafsir, miskomunikasi. Diapun memahami tingkah laku dan sifat-sifat bawahannya.

Tugas Pimpinan
Apa yang harus dilakukan? Yang pertama dan utama adalah jangan sampai pimpinan menyebabkan timbulnya sikap mental yang kurang baik pada karyawan. Jangan berperilaku yang kurang terpuji. Berkomunikasilah dengan baik, perlakukanlah karyawan dengan jujur dan dengan adil.

Selanjutnya pimpinan hendak-lah selalu memberikan dorongan kepada karyawan untuk maju. Memotivasi karyawan agar ber-semangat melakukan pekerjaan. Bersemangat untuk maju. Bersemangat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih banyak, lebih baik dan lebih efisien. Nasehat dan bimbingan perlu diberikan. Semboyan, pepatah atau motto, perlu digalakkan atau di-expose agar memasyarakat dan menjadi “way of life” karyawan, misal-nya:

- Tuhan tidak mentakdirkan kita miskin.
- Di mana ada kemauan di situ ada jalan.
- Anda bisa, kalau anda mau.
- Sesungguhnya di balik kesulitan selalu ada jalan.
- Hari ini lebih baik dari kemarin, besok lebih baik dari hari ini.
- Sikap anda menentukan hari depan anda.

Pimpinan harus bisa mendidik dan mengajar. Dan yang paling penting adalah kita, pimpinan yang melaksanakan apa saja yang kita ajarkan dan kita katakan kepada orang lain.
(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Sumber:
HS. Mulianto. Majalah Manajer, edisi November 1986.

Leave a Reply

Dapatkan secara gratis ebook - PANDUAN menjadi ENTREPRENEUR SUKSES DISINI.