Mengembangkan Communication Skills Konsumen dan Tahapan Pembelian Produk

Competency-based HR Management System

Kini dikenal adanya konsep CBHRM atau competency based HR management system. Dalam konsep ini, yang menjadi inti adalah kompetensi. Lalu apa itu arti kompetensi? Dan apa saja jenis kompetensi? Serta kriteria apa yang perlu digunakan untuk mengukur keberhasilan penerapan CBHRM? Artikel ini mencoba menjelaskannya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang CBHRM, silakan KLIK DISINI ).

Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Kompetensi merupakan faktor penentu keberhasilan kinerja. Fokus kompetensi adalah perilaku yang merupakan aplikasi dari skill, atribut personal dan pengetahuan.

Apa beda Kompetensi dengan Job Description?
Kompetensi memiliki sejumlah perbedaan dengan job description. Job description melihat pada aspek apa (what), sementara model kompetensi berfokus pada aspek bagaimana (how). Analisa job description melihat pada elemen-elemen pekerjaan, dan kemudian mendefenisikan suatu pekerjaan pada serangkaian tugas dan aktivitas yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Analisa kompetensi berfokus pada the people who do the job well, dan kemudian mendefinisikan pekerjaan pada the characteristics and behaviors of these people.

Jenis Kompetensi
Dalam konsep kompetensi, dikenal adanya dua jenis utama kompetensi. Jenis yang pertama sering disebut sebagai Kompetensi Manajerial (soft competency. Jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengelola pekerjaan dan membangun interaksi dengan orang lain. Misal : problem solving, leadership, communication, dll

Jenis yang kedua adalah Kompetensi Teknis/Fungsional (hard competency). Atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional pekerjaan. Berkaitan dengan seluk beluk teknis yang berkaitan dengan pekerjaan yang ditekuni. Misal : electrical engineering, accounting skills, marketing research, dll.

Contoh Kompetensi
Berikut diuraikan tiga jenis kompetensi soft, lengkap dengan indikator perilakunya.

Contoh 1 : Achievement Orientation
Definisi : Menetapkan standar kerja yang spesifik dan secara kontinyu melakukan serangkaian tindakan nyata untuk memenuhi sasaran kerja yang telah ditetapkan.

Indikator Perilaku
• Menetapkan sasaran kerja (penjualan) yang spesifik dan menantang baik bagi dirinya sendiri maupun bagi yang lain
• Membuat rencana tindakan serta secara terfokus dan terorganisir melaksanakan rencana tersebut guna mencapai sasaran kerja (penjualan) yang telah ditetapkan
• Mengelola dan menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai sasaran kinerja (penjualan)
• Secara terus-menerus melakukan proses perbaikan terhadap kinerja dirinya

Contoh 2 : Customer Focus
Definisi : Secara konsisten menggali kebutuhan (calon) pelanggan/pembeli; membangun interaksi yang efektif dengan (calon) pelanggan/pembeli guna mencapai transaksi yang saling menguntungkan dan memuaskan pelanggan/pembeli

Indikator Perilaku
• Secara reguler melakukan kontak dengan calon pelanggan/pembeli untuk menggali kebutuhan mereka saat ini maupun masa mendatang
• Memahami kebutuhan pelanggan/pembeli dan melakukan serangkain aktivitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut
• Membangun relasi yang efektif dengan pelanggan/pembeli dan memastikan adanya transaksi yang saling menguntungkan
• Mengambil langkah yang tepat dan efektif untuk menangani keluhan/permintaan dari pelanggan/pembeli

Contoh 3 : LEADERSHIP
Definisi : Menentukan target kinerja yang jelas, terukur dan menantang. Kemudian membimbing dan memotivasi staf untuk merealisasikannya. Mau menerima dan mendelegasikan tanggung jawab. Dapat bertindak tegas saat diperlukan.

Indikator Perilaku :
• Melakukan dan menstimulasi komunikasi dua arah termasuk memberikan feedback yang terbuka dan berterus terang kepada pegawai/bawahan
• Menunjukkan minat dan memberikan dukungan serta bimbingan saat diperlukan
• Melibatkan bawahan dalam permasalahan perusahaan dan penentuan policy departemen
• Mengembangkan ide-ide untuk meningkatkan kegiatan departemen dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melakukan perubahan dan memastikan penerimaan kelompok

Kriteria Kesuksesan Penerapan CBHRM
Keberhasilan penerapan CBHRM dapat dinilai dari lima kriteria kunci dibawah ini :
1. Alignment: Kompetensi telah dikaitkan dengan visi, strategi dan kapabilitas kunci organisasi
2. Integration: Kompetensi telah diterapkan dalam semua fungsi SDM secara komprehensif dan sistematis
3. Distribution: Standard kompetensi secara terus menerus dikomuninasikan dan dipergunakan secara aktif oleh semua karyawan
4. Self-Directed Application: Kompetensi yang berhasil adalah yang simple dan mudah dipahami oleh setiap karwayan – tanpa selalu dibantu oleh Tim HRD.
5. Acculturation: Akhirnya, implementasi kompetensi akan berhasil jika ia dapat menjadi bagian dari kultur baru perusahaan.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang CBHRM, silakan KLIK DISINI ).

Leave a Reply

RP Bawah