7 Jurus Pengembangan Diri untuk Meraih Sukses Kiat Jitu Meningkatkan Penjualan

Seni Kepemimpinan yang Efektif

Setiap manajer harus dapat membimbing bawahannya, agar bawahan menjadi lebih memiliki motivasi kerja, terampil dan mampu melaksanakan tugas dengan baik. Manajer harus dapat menjadi seorang pembina atau instruktur yang baik.

Oleh karena itu prinsip-prinsip pembinaan bawahan wajib diketahui, misalnya manajer ingin memberikan tugas kepada seorang atau lebih bawahan, maka manajer harus mampu membimbing dan mengajari mereka tentang langkah-langkah kerja yang harus dilakukan serta hal-hal pokok yang perlu mendapat perhatian khusus pada produk atau pekerjaan yang akan dikerjakan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI).

Demikian juga bila melihat seorang bawahan yang termenung — kurang gairah kerja atau seorang bawahan yang bersikap acuh tak acuh terhadap manajer dan pekerjaannya, maka manajer wajib; menumbuhkan semangat dan gairah kerjanya kembali. Pekerjaan ini disebut “memotivasi bawahan”.

KARAKTERISTIK PEKERJA
Kecakapan dan pengetahuan yang dibawa oleh pekerja ke perusahaan, sering tidak menjamin bahwa ia akan bekerja dengan baik, efektif dan produktip. Mungkin manajer masih perlu memberikan bimbingan atau dorongan kerja yang lebih banyak lagi, agar timbul kesediaannya untuk melayani pekerjaan dengan tekun, rajin dan gairah tidak bermalas-masalan, dan membuang-buang waktu dengan percuma.

Setiap pekerja mempunyai sifat, sikap dan tingkah laku yang berbeda-beda dan ini dipertemukan dalam organisasi perusahaan, dalam suasana kerja sama. Itu harus dipadu dan dijadikan suatu kekuatan kerja yang ampuh dan tangguh, berjalan searah, seirama menuju tercapainya tujuan kelompok kerja. Mereka berbeda-beda pemikiran dan pendapat. Tidak ada manusia yang sama, itulah landasannya. Bila di kelompok anda ada karyawan 30 orang, maka ada 30 pendapat Jan pemikiran yang harus dipadukan menjadi satu. Harus dapat ditemukan persamaan mereka. Sudahkah anda temukan itu? Jika belum, kami ingin menunjukannya.

Manajer telah merasakan berbuat baik dan ramah terhadap bawahan, tetapi mereka masih malas bekerja. Salah satu sebabnya, karena belum menemukan obatnya itu tadi. Namun demikian, obat tidak semuanya menjamin kesembuhan, bilamana perawatannya tidak diperhatikan. Oleh karena itu, setelah diberikan obat rawatlah ia dengan baik, maka ia akan segera sembuh. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI).

HARAPAN PEKERJA
Telah disebutkan bahwa setiap orang berbeda pemikiran, sikap dan tingkah laku, daya kerja dan keterampilannya. Tetapi di balik semua itu, ada satu persamaan di antara mereka bila dilihat dari segi “harapannya”. Harapan ini tidaklah berbeda di antara mereka, termasuk kita sebagai manajer. Kita ingin merasakannya, orang lainpun demikian juga. Harapan itu berkisar pada kebutuhan-kebutuhan pokok, keamanan dan kesehatan, penghargaan, saling mencintai dan keberhasilan atau sukses.

Kebutuhan-kebutuhan, kira-nya sudah menjadi kodrat manusiawi. Dengan berpedoman kepada kebutuhan itu, dapat memberikan dorongan-dorongan (motivasi) kepada bawahan, sehingga timbul kesadaran dan keinginan kerja yang lebih efektip dan produktip.

KEINGINAN PEKERJA
Sedangkan keinginan pekerja, berdasarkan motivasi. Motivasi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang pimpinan untuk mempengaruhi sifat, tingkah laku dan keinginan dari para bawahan agar timbul suatu kesediaan kerja dalam dirinya. Secara bersama-sama melakukan kegiatan usaha untuk mencapai tujuan kelompok serta setiap pekerja merasa senang dan puas dalam melaksanakan tugas. Motivasi tidak bisa terlepas dari inisiatip dan kemampuan kerja.

Dilihat dari sifat pekerja terhadap pekerjaan, menurut Me Gregor ada dua, terkenal dengan teori X dan X - nya. Teori ini menyatakan sebagai berikut.

Teori X:
memandang, bahwa manusia itu pada dasarnya insan yang malas dan tidak bisa dipercaya, sehingga diperlukan organisasi dan kepemimpinan berdasarkan kuasa yang dipaksakan.

Teori Y:
memandang, bahwa manusia itu dapat mengendalikan diri sendiri dan adalah kreatif dalam pekerjaannya, asal saja dia dimotivasi dengan tepat.

Sekarang orang berpendapat, bahwa manusia secara psikologis mampu untuk turut dalam kegiatan kerja sama dan dalam kondisi tertentu bisa memotivasi dan mengendalikan diri sendiri. Persoalannya, Tergantung kepada pimpinan dalam menciptakan suasana yang sesuai dengan situasi setiap orang pekerja.

Sedangkan keinginan pekerja, berdasarkan penyelidikan, menunjukan bahwa pekerja itu mempunyai keinginan-keinginan pokok tertentu. Keinginan-keinginan inilah yang mendorong mereka untuk mau bekerja sama dan sebagai cambuk atau alasan baginya untuk melaksanakan pekerjaan dengan tekun dan baik. Setiap orang berbeda keinginan dalam tingkatannya, walaupun begitu, keinginan tersebut meliputi:

• Penghargaan
Mereka ingin dihargai oleh keluarga, teman-teman sekerja dan atasannya. Ingin bahwa apa yang dikerjakan mendapat penghargaan dari atasannya. la merasa pantas untuk menerima penghargaan atas-hasil yang ditunjukkannya, apalagi ia merasakan bahwa hasil kerjanya itu baik. la ingin diberikan kesempatan untuk menyatakan pendapatnya dan mendapat sambutan dari atasan. la ingin mendapat penghasilan atas jerih payah yang dicurahkannya secara wajar.

• Kesempatan
Ingin ada kesempatan-kesempatan lain, disamping kemajuan yang dicapainya di dalam kelompok ingin memperbaiki posisi atau kedudukannya menjadi lebih baik. la ingin diberikan kesempatan untuk:
- Melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
- Berkembang lebih lanjut dalam pekerjaan dan jabatan.
- Menggunakan kecakapan dengan sebaik-baiknya.

• Jaminan
Pada umumnya pekerja ingin mendapatkan suatu jaminan dari perusahaan tentang dirinya dan keluarganya, baik mengenai kesehatan, keselamatan, uang, kepercayaan dan jaminan tentang masa depannya.

• Pengakuan
Mereka ingin diterima dengan baik oleh atasan dan teman-teman sekerja. Mereka ingin dapat bergabung atau berkumpul secara bersama-sama. Ingin mendapatkan perhatian dan kedudukan atau posisi yang pasti.

Memang, setiap pekerja akan dapat mempertimbangkan, memperkirakan dan menilai hasil kerja serta dapat menghitung berapa sepatutnya ia dibayar. Dengan hasil kerja yang ditunjukannya, ia mengharapkan dari atasannya dan dari perusahaan tempat ia bekerja. Bilamana semua ini tidak ia peroleh, boleh jadi ia menjadi malas bekerja, tidak mau berinisiatip dan bersikap acuh tak acuh.

Dari contoh tersebut, semakin jelaslah bahwa pekerja bawahan dapat bekerja dengan efektip dan produktip tidak semata-mata karena pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki saja.

Lebih dari pada itu, kepandaian setiap orang pimpinan untuk memotivasi bawahan, juga sangat menentukan tingkat efektivitas dan produktivitas kerja bawahan.

Untuk ini, pimpinan harus banyak menguasai pengetahuan tentang kemanusiaan. Motivasi merupakan pendekatan secara psikologis. Dengan pendekatan tersebut, pekerja dipengaruhi, diarahkan, diberi pengharapan, penghargaan dan lain sebagainya, sehingga bawahan menjadi sadar akan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pekerja pelaksana.

Telah disebutkan, tidak ada individu (orang) yang sama. Ini menunjukkan bahwa tiap bawahan berbeda satu sama lainnya. Mereka mempunyai ide yang berlainan. Saudara tidak dapat membedakan antara yang satu dengan yang lain. Mungkin semuanya kurang baik menurut pandangan kita atau mungkin juga sebagian saja yang baik.

Kemudian, terhadap yang baik menurut pandangan kita tersebut, diberikan suatu penghasilan tambahan, yang lainnya tidak. De¬ngan cara demikian kita beranggapan, bawahan akan bertambah giat bekerja. Secara perorangan itu betul, tetapi sebagai pimpinan juga bertugas untuk memelihara iklim kerja yang harmonis, kompak dan secara bersama-sama giat melaksanakan pekerjaan.

Bayangkan kini, satu di antara tiap-tiap 10 orang bawahan dipilih sebagai orang yang terajin, mempunyai disiplin kerja yang loyal terhadap saudara. Kepadanya diberikan, tunjangan pendapatan tambahan. Saudara berpikir dengan cara itu 9 orang lainnya akan berbuat lebih baik dan mengikuti perbuatan orang yang diberi pendapatan tambah¬an tersebut. Tidak jarang pula saudara menjadi pengeluh atas hasilnya, sebab ternyata 9 orang lainnya tidak melakukan seperti apa yang diharapkan, justru mereka bertambah malas bekerja. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI).

PENTINGNYA MENGENALI BAWAHAN
Berarti dengan cara yang ditempuh itu, satu orang bertambah tinggi prestasi kerjanya, tetapi 9 orang bertambah malas. Efektipkah tindakan itu? Berhasilkah cara yang ditempuh itu? Semua orang akan mengatakan tidak. Oleh karena itu, akan lebih tepat bilamana kita segera dan lebih sering memberikan penghargaan dengan moril kepada setiap orang yang berprestasi dalam menjalankan tugasnya. “Saya senang sekali atas hasil kerja saudara!” Suatu kata-kata yang mudah diucapkan dan tidak perlu menambah biaya, tetapi hasilnya akan efektip.

Bawahan merasa puas, ia merasa bahwa atasannya menghargai prestasi atau hasil kerjanya. Anda telah meninggalkan suatu kesan yang amat berharga pada dirinya, Anda telah membuat ia bahagia dan ini akan dikenangnya seumur hidupnya. la akan mencatat dalam sejarah hidupnya, bahwa ia pernah mendapat penghargaan dari seorang atasannya. Penghargaan dari seorang atasan kepada bawahan dirasakan tinggi nilainya.

KESIMPULAN
Dari uraian tersebut di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa setiap orang ingin dipenuhi kebutuhan pokoknya. Setiap orang ingin selamat dan bahagia dalam menjalankan tugasnya. Setiap orang ingin bergaul, ingin dicintai dan ingin sukses.

Hal yang logis, bilamana bawahan menjadi malas bekerja, dikarenakan hasil yang diperoleh tidak mencukupi, paling tidak kebutuhan pokoknya. Tidak juga aneh, bilamana bawahan merasa enggan bekerja, sebab tidak ada jaminan keselamatan dan kesehatan yang diberikan terhadap dirinya. Bawahan menjadi malas dan bersikap acuh tak acuh, karena perlakuan yang kurang wajar dari atasannya. la menjadi tidak berinisiatip dan lesu, karena tidak pernah ada penghargaan yang diberikan kepadanya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI).

Sumber:
Andrea Ginting Munthe. Majalah Manajer. Edisi Januari 1986.

Leave a Reply