Proses Penciptaan Iklan

Di zaman yang modern ini tidak ada seorangpun yang bisa menghindarkan diri dari pertemuan dengan iklan (kecuali mungkin suku terasing di pedalaman), karena daya jangkau iklan yang sangat luas. Dari tengah kota metropolitan, urban, rural, sampai di puncak gunung, iklan mampu hadir untuk menyampaikan pesan-pesannya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint yang menarik tentang brand management dan marketing, silakan KLIK DISINI).

Di pinggir jalan kita lihat billboard “Bir Bintang, Bintang segala bir”, “Green Sands rasanya berani menyegarkan”. Di badan bus kota kita tatap “Lifebuoy, cara sehat untuk mandi”. Di jembatan penyeberangan kita baca “Pria Punya Selera”, “Speedy – Speed that You Can Trust”. Di lembaran surat kabar kita jumpai “I Love Sonny Erricson”.

Di tengah keasyikan kita menikmati mata acara program siaran radio tiba-tiba diselingi pemutaran jingle Teh Botol, Coca Cola, atau Filtra. Bahkan di saat kita sudah melepaskan pakaian untuk mandi kita masih diburu serangan iklan yang tertulis pada tempat sabun mandi (dari premium) berbunyi “Sony Camrea – terbukti paling baik”.

Alhasil kita tidak bisa berkelit lagi dari serangan iklan yang mengepung dari segala jurusan sehingga kita merasa bahwa iklan sudah merupakan bagian dari kehidupan di zaman yang modern ini. Tetapi tidak semua orang memahami pengertian tentang iklan dan menyadari peran dan fungsinya sebagai sarana komunikasi terutama di dunia bisnis.

Yang dimaksud dengan iklan (advertising) adalah semua bentuk kegiatan non-personal secara ‘oral atau visual yang bermaksud menyampaikan pesan ihwal sesuatu produk, jasa atau idea melalui satu atau beberapa media dan dibiayai oleh sponsor yang jelas. Media yang digunakan bisa bermacam-macam antara lain majalah, surat kabar radio, bioskop, outdoor media (posters, signs, skywriting), cards (gambar di badan bus), katalog, direct mail, lampu toko, programs, menus, novelties, selebaran-selebaran.

Bagi sebuah perusahaan fungsi iklan bisa dipandang sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dengan pasar sasarannya. Dengan melalui proses komunikasi terse-but akan lebih mudah bagi peru¬sahaan untuk mengarahkan khalayak (audience) di dalam pasar sasaran ke tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Adapun tujuan operasional yang utama dari iklan adalah menumbuhkan atau mengubah perilaku konsumen. Perilaku yang diinginkan oleh sebuah iklan mungkin berupa kegemaran mengunjungi toko, menambah frekweksi penggunaan terhadap suatu produk, mempertahankan loyalitas terhadap merek tertentu, menjawab ques¬tionnaire atau memberikan informasi, mencoba merek baru yang ditawarkan, atau mungkin kesadaran menyumbangkan uang untuk dana sosial. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint yang menarik tentang brand management dan marketing, silakan KLIK DISINI).

Secara struktural kedudukan iklan di dalam Marketing-mix hanya merupakan ̶