Apa itu Motivasi Berprestasi (Achievement Motivation)? Kiat Membangun Sikap Mental Positif

Cara Cerdas untuk Memotivasi Diri dan Orang Lain

Dalam pengertian umum, motivasi dikatakan sebagai kebutuhan yang mendorong perbuatan ke arah suatu tujuan tertentu. Setiap manusia pada hakekat-nya mempunyai sejumlah kebutuhan yang pada saat-saat tertentu menuntut pemuasan, di mana hal-hal yang dapat memberikan pemuasan pada suatu kebutuhan adalah menjadi tujuan dari kebutuhan tersebut.

Prinsip yang umum berlaku bagi kebutuhan manusia adalah, setelah kebutuhannya itu terpuaskan, setelah beberapa waktu kemudian, muncul kembali dan menuntut pemuasan lagi. Kemunculannya kem¬bali ini bisa dalam bentuk tujuan yang sama ataupun dengan tujuan yang sudah berubah. Umpamanya kebutuhan faal seperti makan, setelah seseorang makan, dalam waktu beberapa jam kemudian ia akan merasakan lapar lagi. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Atau seorang yang ingin promosi dalam pekerjaannya, setelah terpenuhi kebutuhannya dan setelah waktu berjalan sekian tahun, ia mulai merasakan kebutuhan untuk promosi menuju tingkat yang lebih tinggi lagi. Demikian prosesnya terus menerus untuk segala macam kebutuhan.

Kebutuhan-kebutuhan manusia pada umumnya dapat dibagi menjadi dua golongan.
• Kebutuhan primer, yang pada umumnya merupakan kebutuhan faal, seperti lapar, haus, seks, tidur, bernafas, suhu yang menyenangkan. Semua ini adalah kebutuhan-kebutuhan faal yang merupakan syarat kelangsungan hidup seseorang. Kebutuhan-kebutuhan semacam ini timbul dengan sendiri-nya atau sudah ada sejak seseorang lahir, sehingga disebut kebutuhan primer

• Kebutuhan Sekunder, yang timbul dari interaksi antara orang dengan lingkungannya, seperti kebutuhan untuk bersaing, bergaul, bercinta, ekspresi diri, harga diri dan sebagainya. Kebutuhan sekunder inilah yang paling banyak berperan dalam motivasi seseorang.

• Adalah tugas seorang manajer bagaimana caranya memotivir bawahan untuk bekerja, supaya dapat diperoleh produktivitas yang lebih tinggi. Usaha-usaha yang selama ini telah dilakukan dalam memotivir orang untuk bekerja dapat diuraikan sebagai berikut:

• Memberikan kenaikan gaji.
• Pemberian bonus atau tunjangan-tunjangan yang lebih baik.
• Penambahan waktu cuti.
• Mengurangi jam kerja dan menambah aktivitas-aktivitas diluar jam kerja, seperti olah raga atau rekreasi lainnya.
• Kesempatan kursus-kursus atau latihan-latihan yang bermanfaat.
• Partisipasi yang lebih besar dalam pekerjaan.
• Mengembangkan komunikasi yang lebih baik di antara karyawan.
• Serta pemberian pelayanan-pelayanan dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Pada kenyataannya, ternyata usaha-usaha di atas ini tidak memberikan hasil yang dapat bertahan lama. Karyawan tetap saja kurang memiliki motivasi kerja (unmotivated), meskipun semua usaha di atas telah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dalam keadaan demikian timbul pertanyaan, mengapa karyawan tidak menjadi lebih motivated padahal semua usaha-usaha tersebut di atas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau memuaskan kebutuhan-kebutuhan karyawan itu sendiri? Sehubungan dengan hal ini kita perlu mempertajam beberapa pengertian yang menyangkut motivasi. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Orang yang dibutuhkan oleh organisasi adalah orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi. Ada perbedaan antara orang yang bermotif (motivated) untuk bekerja dengan orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi. Orang yang bermotif un¬tuk bekerja mungkin akan bekerja hanya karena harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang vital bagi diri dan keluarganya, seperti untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan hari tua, status, ataupun untuk memperoleh pergaulan yang menyenangkan. Baginya belum tentu pekerjaannya itu menyenangkan dan menarik, belum tentu ia akan memperoleh kepuasan dalam menjalani tugas-tugasnya.

Sedangkan orang yang bekerja dengan motivasi yang tinggi adalah orang yang merasa senang dan mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya. la akan lebih berusaha untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan semangat yang tinggi, serta selalu berusaha mengembangkan tugas dan dirinya.

Telah dikemukakan oleh Frederick Herzberg sebuah model motivasi yang mempertajam pengertian kita mengenai efektivitas dari motivasi dalam situasi kerja. Menurut Herzberg, sistem kebutuhan-kebutuhan orang yang mendasari motivasinya dapat dibagi menjadi dua golongan:

• Hygiene Factors

— Status
— Hubungan antar manusia
— Supervisi
— Peraturan-peraturan perusahaan dan administrasi
— Jaminan dalam pekerjaan
— Kondisi kerja
— Gaji
— Kehidupan pribadi.

• Motivational Factors (Motivators)

— Pekerjaannya sendiri
— Achievement
— Kemungkinan untuk berkembang
— Tanggungjawab
— Kemajuan dalam jabatan
— Pengakuan.

Kebutuhan-kebutuhan dalam golongan Hygiene, bila tidak mendapat pemuasan akan menimbulkan ketidakpuasan dalam kerja. Namun bila telah terpuaskan, orang belum akan puas; artinya ia belum benar-benar motivated terhadap pekerjaannya. Yang akan menimbulkan motivasi kerja yang tinggi adalah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang termasuk ke dalam golongan Motivational Factors atau disebut juga Motivators.

Motivators inilah yang akan memberikan kepuasan kerja. Kebutuhan-kebutuhan ini berhubungan dengan sifat hakiki manusia yang menginginkan tercapainya hasil (achievement), dan dengan berhasil mencapai sesuatu hasil, mengalami perkembangan kepribadian-nya. Rangsangan yang akan menimbulkan kebutuhan akan. Perkembangan dan pemuasannya diperoleh dari tugas-tugas dalam pekerjaan seseorang, jadi dari isi pekerjaannya. Sedangkan rangsangan yang timbul dari kebutuhan-kebutuhan faal seseorang akan mendapatkan pemuasan dari lingkungan kerjanya.

Jadi, singkatnya, bila orang hendak memotivir orang lain untuk bekerja, maka sebaiknya ia memikirkan pemuasan terhadap motivators, dengan tidak melupakan bahwa faktor hygiene juga sudah harus dipenuhi. Pemuasan faktor-faktor hygiene akan membuat orang tidak lagi mengeluh, tetapi pemuasan faktor motlvatorlah yang akan mendorong orang untuk mengeluarkan usaha lebih dengan kehendak dan semanjat yang lebih besar, dan untuk jangka waktu yang lama. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Sumber:
Ridwan Iskandar, Majalah Manajer, Edisi September 1986

Leave a Reply

RP Bawah