Wawancara merupakan salah satu metode yang paling lazim digunakan dalam seleksi dan rekrutmen karyawan baru. Meski demikian, tanpa melalui bekal yang memadai, proses wawancara kerja acap tergelincir menjadi perbincangan yang dipenuhi subyektivitas sang pewawancara. Berikut ini sejumlah kesalahan (error) yang lazim terhadi.
Central tendency errors : kesalahan terjadi lantaran semua pelamar kerja dinilai rata-rata saja (tidak ada yang istimewa, dan tidak ada yang buruk).
Leniency errors dan strictness errors: kesalahan yang diakibatkan karena semua pelamar kerja dinilai terlalu bagus, atau sebaliknya semua pelamar dinilai buruk.
Contrast effect : kesalahan dilakukan karena impresi terhadap pelamar sebelumnya mempengaruhi penilaian terhadap pelamar yang diwawancara pada giliran berikutnya. Jika pelamar sebelumnya memiliki kinerja yang sangat bagus, maka pelamar berikutnya bisa terkena efek ini, dan akhirnya mendapat penilaian yang lebih jelek dari sebenarnya (sebab bayang-bayang pelamar sebelumnya mempengaruhi penilaian sang pewawancara).
Halo effect :sebuah kesalah lantara satu atau dua kesan baik/buruk dari seorang pegawai dijadikan dasar untuk menyimpulkan keseluruhan kualitas pegawai tersebut.
Stereotyping : kesalahan yang terjadi karena kita cenderung membandingkan pelamar dengan stereotip seorang pelamar “ideal” .
Agar segenap error atau jenis kesalahan diatas dapat diminimalkan, maka perlu dilakukan serangkain langkah berikut :
1. Proses wawancara sebaiknya dilengkapi dengan daftar pertanyaan yang bersifat standard dan terstruktur; sehingga arah wawancara bisa lebih dikontrol dan dikendalikan karena adanya standar yang baku.
2. Pewawancara harus dilatih dalam mewawancarai dan mengetahui bagaimana menghindari kesalahan seperti terlalu banyak bicara; atau membuat penilaian yang terlalu tergesa-gesa.
3. Pewawancara harus dilatih untuk berhadapan dengan seluruh pelamar, tanpa memperhatikan level kualifikasi, karena wawancara juga merupakan sarana relasi dengan publik.
Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi mengenai competency-based interview method, silakan klik DISINI.